Kamis, 07 Januari 2010

Pengertian mikrotik,Setting Firewall untuk Router Mikrotik

Pengertian mikrotik
Mikrotik routerOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer biasa menjadi router network yang handal,mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless.
Fitur-fitur tersebut diantaranya : Firewall & Nat, Routing, Hotspot, Point to Point Tunneling Protocol, DNS server, DHCP server, Hotspot, dan masih banyak lagi fitur lainnya.
Mikrotik dapat digunakan dalam 2 tipe, yaitu dalam bentuk perangkat keras dan perangkat lunak. Dalam bentuk perangkat keras, Mikrotik biasanya sudah diinstalasi pada suatu board tertentu, sedangkan dalam bentuk perangkat lunak, Mikrotik merupakan satu distro Linux yang memang dikhususkan untuk fungsi router.

Mikrotik 2
 MikroTik RouterOS™, merupakan sistem operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows Application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard komputer PC (Personal
Computer). PC yang akan dijadikan router mikrotik pun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (network yang kompleks, routing yang rumit) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.


1.4.1 Sejarah MikroTik RouterOS


 MikroTik adalah sebuah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia. Pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully adalah seorang berkewarganegaraan Amerika yang berimigrasi ke Latvia. Di Latvia ia bejumpa dengan Arnis, Seorang darjana Fisika dan Mekanik sekitar tahun 1995. John dan Arnis mulai me-routing dunia pada tahun 1996 (misi MikroTik adalah merouting seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS-DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless-LAN (WLAN) Aeronet berkecepatan 2 Mbps di Moldova, negara tetangga Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia. Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (W-ISP), tetapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan diseluruh dunia. Latvia hanya merupakan tempat eksperimen John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar 400 pengguna.
Linux yang pertama kali digunakan adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama denag bantuan 5-15 orang staff Research and Development (R&D) MikroTik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Menurut Arnis, selain staf di lingkungan MikroTik, mereka juga merekrut tenega-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan MikroTik secara marathon.


2.3.2 JENIS-JENIS MIKROTIK


1. MikroTik RouterOS yang berbentuk software yang dapat di-download di www.mikrotik.com. Dapat diinstal pada kompuetr rumahan (PC).
2. BUILT-IN Hardware MikroTik dalam bentuk perangkat keras yang khusus dikemas dalam board router yang didalamnya sudah terinstal MikroTik RouterOS.


2.3.4 FITUR-FITUR MIKROTIK
1. Address List : Pengelompokan IP Address berdasarkan nama
2. Asynchronous : Mendukung serial PPP dial-in / dial-out, dengan otentikasi CHAP,
PAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius, dial on demand, modem pool hingga 128 ports.
3. Bonding : Mendukung dalam pengkombinasian beberapa antarmuka ethernet ke dalam 1 pipa pada koneksi cepat.
4. Bridge : Mendukung fungsi bridge spinning tree, multiple bridge interface, bridging firewalling.
5. Data Rate Management : QoS berbasis HTB dengan penggunaan burst, PCQ, RED, SFQ, FIFO queue, CIR, MIR, limit antar peer to peer
6. DHCP : Mendukung DHCP tiap antarmuka; DHCP Relay; DHCP Client, multiple network DHCP; static and dynamic DHCP leases.
7. Firewall dan NAT : Mendukung pemfilteran koneksi peer to peer, source NAT dan destination NAT. Mampu memfilter berdasarkan MAC, IP address, range port, protokol IP, pemilihan opsi protokol seperti ICMP, TCP Flags dan MSS.
8. Hotspot : Hotspot gateway dengan otentikasi RADIUS. Mendukung limit data rate, SSL ,HTTPS.
9. IPSec : Protokol AH dan ESP untuk IPSec; MODP Diffie-Hellmann groups 1, 2, 5; MD5 dan algoritma SHA1 hashing; algoritma enkirpsi menggunakan DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES-256; Perfect Forwarding Secresy (PFS) MODP groups 1, 2,5
10. ISDN : mendukung ISDN dial-in/dial-out. Dengan otentikasi PAP, CHAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius. Mendukung 128K bundle, Cisco HDLC, x751, x75ui, x75bui line protokol.
11. M3P : MikroTik Protokol Paket Packer untuk wireless links dan ethernet.
12. MNDP : MikroTik Discovery Neighbour Protokol, juga mendukung Cisco Discovery Protokol (CDP).
13. Monitoring / Accounting : Laporan Traffic IP, log, statistik graph yang dapat diakses melalui HTTP.
14. NTP : Network Time Protokol untuk server dan clients; sinkronisasi menggunakan system GPS.
15. Poin to Point Tunneling Protocol : PPTP, PPPoE dan L2TP Access Consentrator; protokol otentikasi menggunakan PAP, CHAP, MSCHAPv1, MSCHAPv2; otentikasi dan laporan Radius; enkripsi MPPE; kompresi untuk PPoE; limit data rate.
16. Proxy : Cache untuk FTP dan HTTP proxy server, HTTPS proxy; transparent proxy untuk DNS dan HTTP; mendukung protokol SOCKS; mendukung parent proxy; static DNS.
17. Routing : Routing statik dan dinamik; RIP v1/v2, OSPF v2, BGP v4.
18. SDSL : Mendukung Single Line DSL; mode pemutusan jalur koneksi dan jaringan.
19. Simple Tunnel : Tunnel IPIP dan EoIP (Ethernet over IP).
20. SNMP : Simple Network Monitoring Protocol mode akses read-only.
21. Synchronous : V.35, V.24, E1/T1, X21, DS3 (T3) media ttypes; sync-PPP, Cisco HDLC; Frame Relay line protokol; ANSI-617d (ANDI atau annex D) dan Q933a (CCITT atau annex A); Frame Relay jenis LMI.
22. Tool : Ping, Traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer; Dinamik DNS update.
23. UPnP : Mendukung antarmuka Universal Plug and Play.
24. VLAN : Mendukung Virtual LAN IEEE 802.1q untuk jaringan ethernet dan wireless; multiple VLAN; VLAN bridging.
25. VoIP : Mendukung aplikasi voice over IP.
26. VRRP : Mendukung Virtual Router Redudant Protocol.
27. WinBox : Aplikasi mode GUI untuk meremote dan mengkonfigurasi MikroTik
RouterOS.



Setting Firewall untuk Router Mikrotik
Pengamankan router mikrotik dari traffic virus dan excess ping dapat digunakan skrip firewall berikut

Pertama buat address-list "ournetwork" yang berisi alamat IP radio, IP LAN dan IP WAN atau IP lainnya yang dapat dipercaya

Dalam contoh berikut alamat IP radio adalah = 10.0.0.0/16, IP LAN = 192.168.2.0/24 dan IP WAN = 203.89.24.0/21 dan IP lainnya yang dapat dipercaya = 202.67.33.7

Untuk membuat address-list dapat menggunakan contoh skrip seperti berikut ini tinggal disesuaikan dengan konfigurasi jaringan Anda.

Buat skrtip berikut menggunakan notepad kemudian copy-paste ke console mikrotik

/ ip firewall address-list
add list=ournetwork address=203.89.24.0/21 comment="Datautama Network"
disabled=no
add list=ournetwork address=10.0.0.0/16 comment="IP Radio" disabled=no
add list=ournetwork address=192.168.2.0/24 comment="LAN Network" disabled=no


Selanjutnya copy-paste skrip berikut pada console mikrotik

/ ip firewall filter
add chain=forward connection-state=established action=accept comment="allow
established connections" disabled=no
add chain=forward connection-state=related action=accept comment="allow
related connections" disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=135-139 action=drop comment="Drop
Messenger Worm" disabled=no
add chain=forward connection-state=invalid action=drop comment="drop invalid
connections" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=135-139 action=drop comment="Drop
Blaster Worm" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1433-1434 action=drop comment="Worm"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=445 action=drop comment="Drop Blaster
Worm" disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=445 action=drop comment="Drop Blaster
Worm" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=593 action=drop comment="________"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1024-1030 action=drop comment="________"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1080 action=drop comment="Drop MyDoom"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1214 action=drop comment="________"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1363 action=drop comment="ndm requester"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1364 action=drop comment="ndm server"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1368 action=drop comment="screen cast"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1373 action=drop comment="hromgrafx"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1377 action=drop comment="cichlid"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2745 action=drop comment="Bagle Virus"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2283 action=drop comment="Drop Dumaru.Y"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2535 action=drop comment="Drop Beagle"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2745 action=drop comment="Drop
Beagle.C-K" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=3127 action=drop comment="Drop MyDoom"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=3410 action=drop comment="Drop Backdoor
OptixPro" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=4444 action=drop comment="Worm"
disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=4444 action=drop comment="Worm"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=5554 action=drop comment="Drop Sasser"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=8866 action=drop comment="Drop Beagle.B"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=9898 action=drop comment="Drop
Dabber.A-B" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=10000 action=drop comment="Drop
Dumaru.Y, sebaiknya di didisable karena juga sering digunakan utk vpn atau
webmin" disabled=yes
add chain=virus protocol=tcp dst-port=10080 action=drop comment="Drop
MyDoom.B" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=12345 action=drop comment="Drop NetBus"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=17300 action=drop comment="Drop Kuang2"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=27374 action=drop comment="Drop
SubSeven" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=65506 action=drop comment="Drop PhatBot,
Agobot, Gaobot" disabled=no
add chain=forward action=jump jump-target=virus comment="jump to the virus
chain" disabled=no
add chain=input connection-state=established action=accept comment="Accept
established connections" disabled=no
add chain=input connection-state=related action=accept comment="Accept related
connections" disabled=no
add chain=input connection-state=invalid action=drop comment="Drop invalid
connections" disabled=no
add chain=input protocol=udp action=accept comment="UDP" disabled=no
add chain=input protocol=icmp limit=50/5s,2 action=accept comment="Allow
limited pings" disabled=no
add chain=input protocol=icmp action=drop comment="Drop excess pings"
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=21 src-address-list=ournetwork
action=accept comment="FTP" disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=22 src-address-list=ournetwork
action=accept comment="SSH for secure shell" disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=23 src-address-list=ournetwork
action=accept comment="Telnet" disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=80 src-address-list=ournetwork
action=accept comment="Web" disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=8291 src-address-list=ournetwork
action=accept comment="winbox" disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=1723 action=accept comment="pptp-server"
disabled=no
add chain=input src-address-list=ournetwork action=accept comment="From
Datautama network" disabled=no
add chain=input action=log log-prefix="DROP INPUT" comment="Log everything
else" disabled=no
add chain=input action=drop comment="Drop everything else" disabled=no

Efek dari skrip diatas adalah:
1. Router mikrotik hanya dapat diakses FTP, SSH, Web dan Winbox dari IP yang didefinisikan dalam address-list "ournetwork" sehingga tidak bisa diakses dari sembarang tempat.
2. Port-port yang sering dimanfaatkan virus di blok sehingga traffic virus tidak dapat dilewatkan, tetapi perlu diperhatikan jika ada user yang kesulitan mengakses service tertentu harus dicek pada chain="virus" apakah port yang dibutuhkan user tersebut terblok oleh firewall.
3. Packet ping dibatasi untuk menghindari excess ping.
Selain itu yang perlu diperhatikan adalah: sebaiknya buat user baru dan password dengan group full kemudian disable user admin, hal ini untuk meminimasi resiko mikrotik Anda di hack orang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar